Bagaimana Cara Suhu Tinggi dan Alkohol Membunuh Coronavirus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Akhir-akhir ini dunia sedang diresahkan oleh munculnya virus baru, yaitu Novel coronavirus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok. Virus yang sudah menelan lebih dari 200 korban jiwa dan menjangkiti lebih dari 9.000 orang ini ternyata disebut-sebut dapat dibunuh dengan alkohol dan suhu tinggi.

Benarkah demikian? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

Apakah alkohol dan suhu tinggi dapat membunuh coronavirus?

coronavirus tanpa gejala

Wabah coronavirus di Wuhan, Tiongkok, yang mulanya dianggap tidak akan terlalu cepat menyebar ternyata sudah ada di beberapa negara selain Tiongkok. Maka itu, WHO akhirnya mendeklarasikan penyakit yang disebabkan oleh novel coronavirus ini sebagai masalah darurat secara global. 

Berbagai penelitian telah dicoba untuk mencari tahu jenis obat yang efektif melawan coronavirus. Akan tetapi, menurut Li Lanjuan, ahli epidemiologi, suhu tinggi dan alkohol mungkin dapat membunuh coronavirus. Mengapa demikian?

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

522,581

Terkonfirmasi

437,456

Sembuh

16,521

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Suhu tinggi katanya dapat mengurangi jumlah virus

Virus hepatitis B

Sebelum membahas lebih jauh mengapa alkohol dan suhu tinggi dapat membunuh coronavirus, ketahui dahulu apa yang membuat suhu tinggi dapat mengurangi jumlah virus di tubuh.

Jika suhu tubuh Anda naik karena infeksi virus, biasanya dapat menyebabkan demam. Demam dapat diakibatkan oleh senyawa kimia, yaitu pirogen, yang mengalir dalam darah. 

Kemudian, pirogen mengalir hingga ke hipotalamus di otak yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh. Akibatnya, ketika senyawa kimia tersebut berikatan dengan reseptor di otak, suhu tubuh Anda mungkin akan meningkat. 

Hampir semua jenis bakteri dan virus dapat tumbuh dan bertahan dengan baik saat tubuh Anda dalam keadaan normal. Akan tetapi, ketika Anda demam, ternyata akan sulit bagi keduanya untuk tetap berada di tubuh dan demam juga dapat mengaktifkan sistem imun.

Virus hepatitis A

Menurut WHO, bakteri, protozoa, dan virus yang ada dalam cairan ternyata bisa mati pada suhu di bawah 100° C. Pernyataan ini telah diujicobakan melalui air, limbah, susu, dan cairan lain pada suhu yang mendekat pasteurisasi.

Pada prosesnya suhu dapat mencapai 63° C selama 30 menit, 72° C selama 15 detik dan dalam air panas (sekitar 60° C). Di dalam penelitian tersebut terlihat bahwa virus mati pada suhu 60° C dan 65° C. 

Oleh karena itu, kemungkinan besar virus dapat mati ketika berada di tubuh manusia yang panas. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan temuan ini, apakah suhu tinggi dan alkohol benar-benar dapat membunuh coronavirus

Alkohol juga disinyalir dapat membunuh virus di tubuh

Kadar alkohol dalam darah

Selain suhu tinggi, alkohol juga disebut-sebut dapat membunuh coronavirus. Menurut WHO, salah satu senyawa yang dapat mengurangi jumlah virus, terutama virus flu adalah alkohol. 

Hal ini dikarenakan etil alkohol (70%) adalah pembasmi bakteri yang cukup kuat dan unggul. Maka itu, senyawa kimia ini sering digunakan untuk membersihkan permukaan barang yang ukurannya kecil, seperti sumbat karet dan termometer. 

Cara kerja alkohol dalam membunuh virus, mungkin termasuk coronavirus dilakukan melalui proses denaturasi. Molekul alkohol adalah zat kimia amphiphile, yaitu senyawa yang suka air dan lemak. 

Infeksi virus penyebab hepatitis C

Normalnya, membran sel bakteri memiliki sisi yang mengandung lemak dan air, sehingga molekul alkohol dapat berikatan dengan sel tersebut dan menghancurkan membran pelindung. 

Apabila hal ini terjadi, komponen inti bakteri dapat pecah, larut, kehilangan strukturnya, dan berhenti berfungsi. Oleh karena itu, alkohol dapat ‘mencairkan’ organ dasar bakteri dan virus, sehingga keduanya dapat mati dengan cepat. 

Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar mengetahui apakah alkohol dan suhu tinggi dapat membunuh virus, terutama coronavirus

Anda pun masih perlu tetap menjaga kebersihan dan menjaga diri dari penularan virus meskipun seandainya obat coronavirus telah ditemukan. 

Tips mencegah penularan infeksi coronavirus

Setelah mengetahui apakah alkohol dan suhu tinggi dapat digunakan untuk mengurangi jumlah coronavirus, simak beberapa tips untuk mencegah penularannya, yuk. 

Vaksin untuk mencegah coronavirus sampai saat ini memang belum ditemukan, tetapi Anda dapat mencegahnya dengan melakukan beberapa langkah sederhana seperti mencegah flu. 

1. Mencuci tangan

terlalu sering mencuci tangan

Selain alkohol dan suhu tubuh tinggi, mencuci tangan juga dapat membunuh coronavirus yang masih menempel di tangan Anda.

Menjaga kebersihan tangan adalah salah upaya agar Anda tidak terkena sakit dari virus dan bakteri yang menempel di tangan. Selain itu, metode ini sangat ampuh untuk mencegah Anda menularkan penyakit kepada orang lain. 

Kuman dan virus dapat menempel di tangan setelah menggunakan toilet, menanganin daging mentah, atau mengganti popok. Apabila sudah menempel di tangan, kuman tersebut dapat menempel di tempat lain yang juga Anda sentuh. 

Akibatnya, tangan yang kotor dan penuh virus serta kuman dapat menularkan penyakit kepada orang lain yang juga memegang benda yang sama. 

Oleh karena itu, Anda selalu disarankan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu. Bahkan, membawa hand sanitizer sebagai pengganti air dan sabun pun tidak masalah untuk menjaga kebersihan tangan Anda.

2. Tidak menyentuh bagian vital dengan tangan yang kotor

Menjaga kebersihan tangan adalah metode yang paling efektif, tetapi perlu diikuti dengan perilaku yang bersih pula. 

Alkohol dan suhu tinggi mungkin dapat membunuh coronavirus, tetapi tangan yang kotor dan suka menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda hanya akan menambah jumlah virus di tubuh. 

Sadar atau tidak, Anda mungkin sering memegang mata, hidung, dan mulut. Faktanya, bakteri dan virus dapat masuk ke tubuh melalui ketiga organ tersebut dan menyebabkan penyakit tertentu. 

Pencegahan penularan coronavirus juga dapat dilakukan dengan tidak berdekatan dengan orang sakit. Apabila terpaksa, Anda dapat melindungi diri dengan menggunakan masker untuk melawan coronavirus, terutama di tempat yang ramai. 

Suhu tinggi dan alkohol mungkin dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi jumlah coronavirus. Akan tetapi, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan tangan agar risiko penularan pun berkurang.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, banyak pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menangani keluhan post COVID-19 syndrome. Apa pentingnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 lockdown

Karantina Wilayah Karena COVID-19 Terbukti Menyelamatkan Banyak Nyawa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil di masa pandemi

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 tanpa gejala

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit