Untuk orang yang sedang berusaha keras menurunkan berat badan, mungkin cara apa pun rela ditempuh. Salah satu tren diet yang banyak dicoba, khususnya oleh kaum Hawa, adalah membungkus perut dengan plastic wrap. Banyak yang bilang Anda bisa membakar lemak lebih cepat dengan metode ini.

Namun, apa benar bungkus perut dengan plastik bisa bikin kurus? Lebih jauh lagi, apakah ada bahaya dan risikonya bagi kesehatan? Yuk, simak informasi seputar plastic wrap untuk diet berikut ini.

Apa itu plastic wrap untuk diet?

Membungkus perut pakai plastik dipercaya sebagai cara melakukan detoksifikasi (pembuangan racun-racun dalam tubuh) dan membakar lemak khususnya di area perut dan pinggang. Pasalnya, saat perut dibungkus plastik, Anda akan berkeringat lebih banyak karena suhu tubuh Anda naik menjadi sangat panas.

Pada kenyataannya, tidak ada penelitian yang berhasil membuktikan bahwa metode membungkus diri dengan plastik bisa memicu pembakaran lemak atau proses detoksifikasi. Metode ini justru sangat berisiko bagi kesehatan. Oleh karenanya, para ahli tidak menganjurkan cara diet ini untuk menurunkan berat badan.

Ingat, tidak ada cara yang cepat dan instan untuk mencapai berat badan ideal. Satu-satunya kunci adalah menjaga pola hidup sehat, misalnya dengan memerhatikan asupan gizi, berolahraga, dan istirahat yang cukup.

Apakah bungkus perut dengan plastik efektif turunkan berat badan?

Tidak, cara diet ini tidak bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Anda mungkin akan sedikit kehilangan berat badan setelah membungkus perut dengan plastik. Akan tetapi, berat badan Anda akan langsung naik lagi setelah Anda minum air.

Berat badan sempat berkurang hanya karena tubuh Anda kehilangan banyak cairan lewat keringat. Bukan karena lemak Anda sudah banyak terbakar. Lemak dalam tubuh tidak akan terbakar dan cepat hilang kalau Anda tidak mengubahnya jadi energi. Satu-satunya cara efektif untuk mengubah cadangan lemak jadi energi adalah dengan aktif bergerak, misalnya saat Anda berolahraga.

Bagaimana dengan proses detoksifikasi pakai plastic wrap?

Membungkus perut dengan plastik juga tidak akan mempercepat proses detoksifikasi. Tubuh manusia sudah punya sistem khusus untuk membuang berbagai jenis zat beracun, yaitu melalui organ ginjal dan hati.

Nah, keringat yang diproduksi selama Anda membungkus perut sebenarnya ditujukan untuk mengendalikan suhu badan Anda supaya tidak terlalu panas, bukan untuk membuang racun.

Kelenjar keringat akan mengirim keringat ke permukaan kulit. Kemudian keringat di permukaan kulit akan menguap ke udara. Proses penguapan (evaporasi) ini akan membuat badan jadi terasa lebih dingin.

Jadi, kelenjar keringat Anda tidak bertugas untuk membuang racun. Organ ginjal dan hatilah yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan racun dalam tubuh, misalnya lewat urine dan feses. Karena itu, keliru kalau Anda mengira bahwa banyak berkeringat berarti Anda sedang “membersihkan” tubuh dari berbagai zat berbahaya.

Bahaya turunkan berat badan dengan plastic wrap, bisa mengakibatkan kematian

Selain tidak ampuh, menurunkan berat badan dengan plastik juga berbahaya bagi tubuh. Bahkan dalam sebuah kasus di tahun 1997, tiga orang pegulat profesional meninggal karena berusaha menurunkan berat badan dengan cara diet plastic wrap. Mereka mengenakan pakaian khusus yang membuat tubuh banyak berkeringat.

Dengan bungkus plastik, suhu tubuh akan meningkat tinggi. Kelenjar keringat pun memproduksi keringat, tetapi keringat yang dihasilkan tidak bisa menguap karena terjebak plastik. Akibatnya, suhu tubuh tidak akan jadi lebih dingin. Badan pun malah akan tambah berkeringat untuk mendinginkan diri.

Berkeringat terlalu banyak akan mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Akibatnya, volume darah bisa berkurang sehingga tubuh tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Kehilangan terlalu banyak cairan bisa mengakibatkan dehidrasi.

Kalau sudah dehidrasi, tubuh bisa lemas, kepala pusing, linglung, serta jantung berdegup kencang. Bila tidak segera ditangani, seseorang yang dehidrasi bisa saja kehilangan kesadaran (pingsan) bahkan meninggal dunia. Karena itu, jangan mencoba metode diet berbahaya ini untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca