Pengaruh Rokok, Alkohol, dan Obat-obatan Sebagai Pemicu Stroke

Oleh

Percaya atau tidak, beberapa kebiasaan Anda bisa menjadi faktor pemicu penyakit stroke. Umumnya dokter menyebut kebiasaan yang meningkatkan risiko stroke sebagai “faktor lingkungan pemicu stroke.” Yaitu:

  • Pil KB: Jika Anda biasa mengkonsumsi pil KB, Anda meningkatkan risiko stroke. Pil KB meningkatkan risiko stroke hemoragik, terutama pada wanita yang merokok.
  • Merokok: Anda mungkin sudah tahu, tapi lebih dari sekadar kebiasaan, merokok bisa disebut kebiasaan buruk. Bahkan, merokok adalah salah satu faktor risiko yang paling kuat untuk stroke, karena akan meningkatkan risiko stroke akibat tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Selain itu, merokok dikombinasikan dengan pil KB meningkatkan risiko stroke hemoragik pada wanita.
  • Konsumsi alkohol: Meskipun beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi ringan minuman beralkohol dapat menurunkan risiko stroke iskemik, konsumsi alkohol berat telah terbukti berulang kali meningkatkan risiko stroke hemoragik. Alkohol juga dapat menyebabkan fibrilasi atrium melalui fenomena yang disebut sindrom jantung.

Apa hubungan narkoba, alkohol dan stroke?

Bertahun-tahun penelitian menunjukkan bahwa obat merupakan faktor risiko yang signifikan untuk stroke. Beberapa obat dapat menyebabkan stroke secara langsung dengan mempengaruhi pembuluh darah di otak sementara obat lainnya melakukannya secara tidak langsung dengan mempengaruhi organ-organ lain dalam tubuh seperti jantung atau hati. Zat umum yang diketahui dapat meningkatkan risiko stroke meliputi:

Alkohol: Meskipun alkohol dalam jumlah sedang dapat melindungi Anda dari stroke, asupan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko Anda. Secara khusus, asupan alkohol yang berlebihan dapat memicu stroke hemoragik. Hal ini dalam banyak kasus merupakan pengaruh buruk alkohol pada hati, karena organ ini membuat protein yang diperlukan untuk mencegah perdarahan spontan. Namun, sebagian besar dari risiko stroke dengan asupan alkohol berlebih tampaknya disebabkan oleh kombinasi dari tekanan darah tinggi, dan gangguan mekanisme pembekuan darah.

Kokain: Ada hubungan yang jelas antara penggunaan kokain dan stroke. Alasan penting kenapa penggunaan kokain meningkatkan risiko stroke meliputi:

  • Meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan perdarahan pada otak
  • Menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada otak
  • Bila digunakan dalam bentuk infus dapat meningkatkan risiko infeksi katup jantung, atau endokarditis, sebuah kondisi yang bisa mengakibatkan stroke embolik.

Heroin: Mirip dengan kokain infus, heroin infus juga meningkatkan risiko endokarditis, suatu kondisi di mana bakteri masuk ke dalam darah dan tumbuh pada katup jantung. Jumlah kecil dari bakteri ini, dikenal sebagai emboli septik, dapat berpindah dari jantung, ke otak dan menyebabkan stroke. Karena pemakaian heroin disuntikkan, penggunaannya juga meningkatkan risiko penyakit menular dengan berbagi jarum suntik, seperti HIV dan hepatitis C.

Amfetamin: Ada banyak laporan penggunaan amfetamin beberapa jam sebelum menderita stroke berat. Amfetamin memiliki kemampuan kuat menyebabkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko nomor satu untuk stroke, tidaklah mengherankan bahwa penggunaan amfetamin dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap stroke.

Zat lain, yang telah dikaitkan dengan stroke hipertensi, meliputi:

  • Phencyclidine (PCP): obat ini juga dikenal sebagai angel dust
  • Lysergic acid diethylamide (LSD)

Sumber
Yang juga perlu Anda baca