Anak Irish Bella-Ammar Zoni Meninggal di Kandungan (Stillbirth), Begini Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019
Bagikan sekarang

Minggu (6/10/2019), kabar duka datang dari pasangan selebriti Ammar Zoni dan Irish Bella. Bayi kembar yang dinantikan kelahirannya meninggal di dalam kandungan. Dalam dunia medis, kondisi yang dialami bayi Irish Bella disebut dengan stillbirth. Lantas, adakah cara untuk mencegah stillbirth? Simak penjelasannya berikut ini.

Kenapa stillbirth bisa terjadi?

Dilansir dari laman Kompas, calon bayi kembar Irish Bella dan Ammar Zoni yang berusia sekitar 25-26 minggu dinyatakan meninggal dunia dalam kandungan (stillbirth).

Stillbirth, atau kematian janin di dalam kandungan, tidak sama dengan keguguran. Seseorang dikatakan mengalami stillbirth apabila usia kandungannya telah lebih dari 20 minggu. Jika di bawah itu, barulah disebut keguguran.

Gatot Abdurrazak, Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fetomaternal, yang menangani Irish Bella mengungkapkan bahwa penyebabnya adalah sebagian plasenta yang lepas dan preeklampsia.

Kondisi tersebut membuat aliran darah tidak mengalir lancar ke janin di dalam rahim sehingga membuat bayi mengalami pembengkakan jantung dan terganggu pertumbuhannya.

Selain preeklampsia, American Pregnancy Association menyebutkan berbagai kondisi yang bisa menyebabkan stillbirth, yakni adanya infeksi, gangguan kromosom, diabetes dan hipertensi pada calon ibu, serta kurangnya pasokan oksigen.

Cara mencegah stillbirth (bayi mati dalam kandungan)

proses kehamilan

Bayi mati dalam kandungan bisa terjadi tanpa peringatan pada si calon ibu. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri.

National Health Service menyebutkan beberapa cara untuk mencegah bayi mati dalam kandungan (stillbirth), di antaranya:

1. Menjaga berat badan

Kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor risiko untuk kematian janin dalam kandungan.

Selama kehamilan, berat badan memang akan mengalami kenaikan. Namun, tetap ada berat badan ideal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil.

Usahakanlah untuk memperhatikan porsi makan. Kelebihan berat badan pada ibu hamil bisa meningkatkan risiko obesitas dan masalah kehamilan lainnya.

Seimbangkanlah asupan yang masuk dengan kegiatan yang dilakukan. Konsultasikan pada dokter kandungan dan ahli gizi untuk membantu program mengendalikan berat badan.

2. Makan makanan bergizi dan hindari kebiasaan buruk

Makan makanan bergizi juga menjadi cara yang selalu dianjurkan kepada ibu hamil untuk mencegah berbagai masalah kehamilan, termasuk stillbirth. Hindari memilih makanan kemasan yang mengandung pengawet, tinggi gula, dan garam.

Pastikan pula kebersihan dan tingkat kematangan makanan, misalnya pastikan Anda makan daging yang matang (well done), bukan medium well apalagi rare.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi yang bisa meningkatkan risiko stillbirth.

Selain itu, calon ibu juga harus menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Kebiasaan ini diketahui bisa menyebabkan peradangan dan meningkatkan terjadinya komplikasi kehamilan.

3. Tidur cukup dengan posisi yang tepat

Selama masa kehamilan, tubuh jadi mudah lelah. Untuk itu, calon ibu harus memastikan bahwa dirinya cukup istirahat. Selain waktu tidur, posisi tidur juga memengaruhi kehamilan.

Tidur terlentang setelah 28 minggu kehamilan diketahui dapat mengganggu aliran darah dan oksigen ke janin. Hal ini menyebabkan risiko stillbirth meningkatkan 2 kali lipat.

Jadi, untuk mencegah stillbirth, cara yang dapat Anda lakukan adalah tidur dengan posisi tubuh menyamping. Anda lebih dianjurkan untuk tidur pada posisi miring ke kiri untuk meningkatkan aliran darah dan nutrisi pada bayi.

4. Cek kehamilan rutin

Cek kehamilan ke dokter adalah tugas penting yang perlu dilakukan oleh calon orangtua baru. Tujuannya, untuk memantau perkembangan dan posisi janin. Selain itu, lewat pemeriksaan rutin, Anda akan mengetahui pergerakan yang janin lakukan sehat atau tidak.

Cara ini juga membantu mendeteksi adanya masalah kesehatan yang kemungkinan terjadi pada sang ibu, sehingga bisa dicegah lebih cepat.

Jika Anda mendapati perubahan pola dan jumlah gerakan janin dalam kandungan, segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Dengan begitu, Anda tidak perlu menduga-duga atau mengkhawatirkan hal-hal buruk yang bisa menurunkan kesehatan selama hamil.

Sumber Foto: Uzone.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020