Pertambahan berat badan tidak selalu berasal dari apa yang Anda makan. Ada banyak faktor-faktor penyebab kegemukan lainnya yang tidak terduga. Salah satu hal yang harus Anda perhatikan adalah kondisi medis Anda. Cari tahu penyebab medis yang membuat berat badan bertambah di artikel ini.

Apa saja kondisi medis yang membuat berat badan bertambah?

Berat badan umumnya bertambah ketika kalori yang dibakar tubuh saat beraktivitas lebih sedikit daripada kalori yang masuk dari makanan yang dikonsumsi. Namun selain makanan, ada banyak faktor yang juga memengaruhi metabolisme dan berat badan tubuh. Anda harus mengenali faktor-faktor yang membuat berat badan bertambah dari sisi medis. Berikut ini beberapa hal yang bisa membuat berat badan Anda kian bertambah.

1. Stres

Jika beberapa orang yang mengalami stres berat badannya bisa menurun, maka ada pula yang bobotnya justru kian naik. Jika Anda termasuk orang yang justru makan banyak saat stres, maka jangan heran bila berat badan Anda bertambah.

Selain itu, berat badan mungkin bertambah akibat adanya hormon stres yang dikenal sebagai kortisol. Keberadaan kortisol selain bisa mengurangi fungsi kekebalan tubuh, bisa juga mempengaruhi tingkat konsentrasi dan juga meningkatkan penumpukan lemak dalam tubuh. Untuk menjaga berat badan tetap stabil, usahakan untuk tetap santai dan kontrol emosi Anda.

2. Hipotiroid

Saat Anda mengalami hipotiroid, kadar hormon tiroid dalam tubuh Anda rendah. Ini berarti Anda memiliki tingkat energi yang rendah, kulit cenderung kering, mudah merasa dingin, dan sembelit. Selain itu, mereka yang rendah kadar hormon tiroidnya juga lebih mudah menambah berat badan dan sulit untuk menurunkannya.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda sesekali memeriksa kadar hormon tiroid dan perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan yodium seperti rumput laut.

3. Pil KB

Hormon estrogen pada wanita memiliki tanggung jawab untuk pembentukan tubuh. Misalnya saja saat Anda menggunakan pil KB yang mengandung hormon estrogen. Salah satu efek sampingnya adalah berat badan yang bertambah. Ini karena pil KB membuat tubuh Anda menyimpan lebih banyak air dan juga memicu penumpukan lemak di tubuh. Bila Anda sudah terlanjur gemuk, sebaiknya Anda menghindari pemakaian pil KB dan pertimbangkan pemakaian alat kontrasepsi lainnya.

4. Bakteri usus

Ada dua jenis utama bakteri dalam usus manusia, yaitu bacteroidetes dan firmicutes. Studi yang dilakukan pada tikus gemuk dan kurus menemukan bahwa tikus gemuk memiliki lebih banyak firmicutes, sedangkan tikus kurus memiliki lebih banyak bacteroidetes.

Rupanya bakteri bacteroidetes lebih efektif dalam hal menangkap kalori makanan, sehingga meningkatkan asupan kalori yang didapat dari makanan. Oleh sebab itu, jika Anda ingin mencegahnya, cobalah untuk menghindari konsumsi gula dan makanan manis berlebihan serta konsumsi probiotik yang baik setiap hari.

 5. Sindrom cushing

Sindrom Cushing terjadi ketika kelenjar adrenal memproduksi terlalu banyak hormon stres, seperti kortisol, atau pada orang yang mengonsumsi steroid untuk pengobatan penyakit lupus, arthritis, atau asma. Pertambahan berat badan terutama dapat terlihat pada wajah, punggung bagian atas, leher, dan pinggang.

6. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Wanita pengidap sindrom ovarium polikistik atau PCOS umumnya memiliki banyak kista kecil dalam organ reproduksinya. Wanita dalam kondisi ini meningkatkan kadar hormon yang berperan mengontrol kadar gula darah (insulin) dalam darah yang selanjutnya meningkatkan kadar hormon androgen, yang merupakan salah satu hormon seks pria. Tingginya kadar androgen ini akan memicu penumpukan lemak di sekitar perut sehingga berat badan bertambah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca