Pertanyaan Umum Seputar Anemia pada Anak-anak

Oleh

Anemia disebabkan oleh berbagai kondisi dan penyakit. Apa penyebab yang paling umum?

Kategori anemia terbesar adalah anemia gizi terutama kekurangan zat besi, serta defisiensi asam folat atau vitamin B12. Penyebab utamanya adalah pendarahan dari saluran pencernaan. Penyakit kronis yang memiliki komponen inflamasi, seperti rheumatoid arthritis, juga dapat memicu anemia.

Di samping itu, anemia dapat disebabkan oleh kanker atau efek samping dari pengobatan kanker. Penyebab lain yang cukup umum adalah kekurangan erythropoietin atau Epo, hormon yang menstimulasi produksi sel darah merah. Kondisi ini kerap dialami pasien yang mengidap penyakit ginjal.

Banyak gejala anemia yang karakteristiknya mirip dengan kondisi lelah dan terlalu banyak bekerja. Bagaimana cara membedakan kelelahan biasa dengan anemia?

Kedua kondisi tersebut tidak dapat dibedakan. Sama seperti gejala kelelahan biasa, anemia menyebabkan kelemahan dan kesulitan dalam berpikir jernih.

Namun jangan anggap remeh jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut dalam waktu yang lama hingga mengganggu aktivitas normal. Segera periksakan ke dokter untuk diagnosis yang lebih akurat. Pemeriksaan awal dimulai dengan tes kadar hemoglobin, protein yang membawa oksigen dalam sel darah merah, untuk mendeteksi apakah gejala tersebut merupakan anemia.

Berapa batas kadar hemoglobin yang menunjukkan seseorang menderita anemia?

Tidak ada ketentuan pasti yang mengatur tingkat hemoglobin yang normal. Namun pada umumnya, dokter menggunakan ukuran patokan dari World Health Organization (WHO). Tingkat hemoglobin <13 untuk laki-laki dan <12 untuk wanita dianggap sebagai anemia.

Kekurangan gizi adalah penyebab umum dari anemia. Benarkah penyakit atau pola makan yang buruk adalah pemicunya?

Perdarahan merupakan salah satu penyebab utama kekurangan zat besi. Pasalnya, Anda akan kehilangan sel darah merah yang mengandung zat besi saat berdarah. Di samping itu, kekurangan zat besi yang biasa menyerang wanita hamil dan anak-anak dipicu oleh asupan makanan yang tidak seimbang.

Kekurangan zat besi gizi termasuk penyebab terbesar anemia di seluruh dunia dan menjadi masalah serius di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Jika dibandingkan, kasus kekurangan zat besi lebih banyak dialami daripada kasus kekurangan folat atau vitamin B12.

Bagaimana pasien anemia menjalani aktivitas sehari-hari?

Salah satu hal yang perlu dipelajari adalah kemampuan tubuh untuk beradaptasi. Seiring berjalannya waktu, orang yang terkena anemia cukup parah mampu mengatakan, “Tidak separah kelihatannya, kok.

Karena aktivitas menjadi lebih terbatas daripada sebelumnya, gaya hidup mereka akan perlahan-lahan berubah. Alih-alih pergi berbelanja seminggu sekali, mereka mungkin akan memilih pergi sebulan sekali dan membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan langsung. Pasalnya, mereka terlalu lelah untuk bolak-balik berbelanja terlalu sering. Ada lebih banyak kasus adaptasi yang terjadi pada penderita anemia.

Apakah anemia membahayakan nyawa?

A: Satu-satunya kasus anemia yang membahayakan nyawa adalah perdarahan besar, walaupun anemia kronis juga secara tidak langsung berbahaya jika terjadi berkepanjangan. Anemia kronis dapat memaksa jantung untuk bekerja sangat keras hingga menyebabkan gagal jantung yang mengancam jiwa. Berdasarkan fakta tersebut, anemia memang dapat menyebabkan sakit parah dan kematian.

Apakah transfusi sel darah merah lebih aman daripada penggunaan obat-obatan?

Bagi Anda yang ingin menaikan kadar hemoglobin, obat jauh lebih sederhana dan memiliki sedikit samping efek jika dosisnya tepat. Sedangkan melalui transfusi, Anda memiliki risiko penyakit menular dan masalah lainnya.

Apakah ada langkah-langkah gaya hidup, seperti diet atau olahraga, yang dapat mengobati anemia?

Dalam kondisi kronis, sangat sedikit yang bisa Anda lakukan, kecuali dalam kasus anemia gizi, Anda hanya perlu meningkatkan asupan nutrisi. Mungkin satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan adalah pergi ke dataran yang lebih tinggi karena jumlah oksigen di sana lebih sedikit.

Di lingkungan yang menyediakan sedikit oksigen, sel-sel akan merangsang Epo untuk membuat lebih banyak sel-sel darah merah. Orang-orang dengan penyakit kronis memiliki hemoglobin sedikit lebih tinggi ketika mereka tinggal di dataran tinggi untuk beberapa waktu.

Sumber