Apakah Anda pernah mendengar penyakit vitiligo? Vitiligo adalah penyakit  di mana tubuh kehilangan melanin atau zat pewarna kulit tubuh sehingga kulit kehilangan warna aslinya menjadi putih pucat. Gejala awal vitiligo adalah timbulnya bercak putih pada kulit yang makin melebar dan kadang terasa gatal. Lalu, apakah vitiligo bisa sembuh? Adakah cara ampuh untuk menyembuhkan penyakit gangguan kulit ini?

Vitiligo tidak menular dan tidak berbahaya

Vitiligo merupakan penyakit yang menyebabkan hilangnya warna kulit. Seberapa luasnya vitiligo dapat menyerang kulit seseorang dan seberapa parah hilangnya warna kulit sangat bervariasi dan tidak dapat diprediksikan. Vitiligo dapat menyerang bagian kulit manapun di tubuh, dan tidak menutup kemungkinan dapat mengenai rambut, bagian dalam mulut, dan bahkan mata.

Pada kondisi normal, warna kulit, rambut, dan mata ditentukan oleh suatu pigmen yang disebut melanin. Pada vitiligo, sel-sel yang membentuk melanin berhenti fungsi atau mati. Maka dari itu, terbentuklah bercak-bercak putih pada kulit akibat melanin tidak mampu memproduksi warna kulit.

Vitiligo merupakan penyakit jangka panjang yang dapat terjadi pada segala usia, tapi sebagian besar dialami sebelum pengidap berusia 20 tahun. Meskipun vitiligo dapat menyerang orang dengan berbagai jenis dan warna kulit, gejalanya mungkin akan tampak lebih jelas pada orang dengan kulit hitam.

Vitiligo juga terbagi ke dalam dua kategori, yaitu vitiligo menyeluruh yang menyerang kedua sisi tubuh dan vitiligo yang hanya terjadi pada bagian-bagian tertentu atau salah satu sisi tubuh saja. Jenis yang paling umum adalah vitiligo menyeluruh dengan jumlah pengidap yang diperkirakan sekitar 90 persen.

Meskipun tidak menular dan tidak berbahaya, vitiligo dapat membuat penderitanya merasa kurang percaya diri dan stres karena merasa bingung apakah vitiligo bisa sembuh atau tidak.

Lalu, apakah vitiligo bisa sembuh?

Banyak yang ingin tahu apakah vitiligo bisa sembuh atau tidak, sebenarnya pengobatan vitiligo hanya bertujuan untuk memperbaiki penampilan kulit, namun tidak dapat menyembuhkan penyakit. Penanganan vitiligo ditujukan terutama untuk memperbaiki estetika atau penampilan kulit dengan cara mengembalikan warna kulit seperti semula. Sayangnya, dampak terapi sering kali hanya bersifat sementara, dan tidak menjamin penghentian penyebaran penyakit.

Sinar matahari dapat menjadi masalah tersendiri bagi penderita vitiligo. Ketika terpapar sinar matahari, kulit akan menghasilkan melanin untuk melindungi kulit terhadap bahaya sinar ultraviolet. Pada penderita vitiligo, jumlah melanin dalam kulit tidak mencukupi, sehingga kulit pun tidak terlindungi dari sinar matahari. Maka dari itu, pastikan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih untuk mencegah kerusakan kulit yang lebih lanjut.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan krim ‘kamuflase’ kulit untuk menyetarakan warna kulit. Krim tahan air ini berfungsi menyamarkan bercak-bercak vitiligo. Alternatif lainnya adalah produk kosmetik seperti losion penggelap warna kulit atau yang lebih dikenal dengan tanning lotion.

Vitiligo juga dapat ditangani dengan prosedur medis, namun langkah-langkah tersebut umumnya memiliki efek samping yang dapat memengaruhi kesehatan Anda. Karena itu, dokter cenderung menganjurkan penanganan vitiligo dengan produk perawatan tubuh dan kosmetik secara maksimal sebelum memutuskan langkah penanganan lain.

Penanganan medis untuk mengatasi vitiligo

Menjalani penanganan medis juga memerlukan kesabaran karena membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum Anda merasakan keefektifannya. Berikut adalah sejumlah prosedur medis yang bisa dijalani pengidap vitiligo.

1. Obat oles

Beberapa jenis obat oles yang digunakan untuk menangani vitiligo adalah kortikosteroid, pimecrolimus atau tacrolimus, dan losion depigmentasi.

Krim atau salep kortikosteroid dianjurkan untuk pengidap vitiligo yang hanya memiliki bercak-bercak pada sebagian kecil tubuhnya. Tetapi salep ini sebaiknya tidak digunakan pada wajah dan dihindari oleh ibu hamil.

Kortikosteroid memiliki efek samping yang signifikan, seperti kulit yang menipis, dan muncul guratan pada kulit (stretch mark). Karena itu, dokter akan memantau kondisi pengidap secara berkala selama penggunaan.

Obat oles lain yang dapat menjadi alternatif adalah pimecrolimus atau tacrolimus. Keduanya merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengobati eksim. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat obat-obat ini adalah kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya matahari, muncul sensasi terbakar atau sakit, serta wajah memerah dan iritasi kulit ketika Anda mengonsumsi minuman keras.

Apabila mengidap vitiligo dengan bercak-bercak putih di sebagian besar tubuh, Anda dapat menjalani depigmentasi. Proses ini dilakukan dengan mengoleskan losion mengandung hydroquinone yang akan melunturkan pigmen kulit normal sehingga warnanya menjadi serupa dengan bercak vitiligo.

Sayangnya, depigmentasi kulit yang Anda jalani akan bersifat permanen sehingga kulit Anda tidak memiliki perlindungan alami dari sinar matahari lagi. Selain itu, hydroquinone juga berpotensi menyebabkan kulit terasa gatal, perih, serta kemerahan.

2. Analog vitamin D

Penderita vitiligo akan disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung karena berdampak buruk terhadap kulit. Padahal, vitamin D merupakan salah satu sumber penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Maka dari itu, sebagian besar penderita vitiligo membutuhkan suplemen vitamin D guna memastikan kecukupan vitamin D di tubuh. Penggunaan obat ini dapat dikombinasikan dengan kortikosteroid atau fototerapi.

3. Terapi cahaya (fototerapi)

Langkah medis ini akan dipilih jika bercak-bercak vitiligo pengidap sudah menyebar luas dan tidak bisa ditangani dengan obat oles. Terapi ini menggunakan cahaya ultraviolet A (UVA) atau B (UVB) untuk mengembalikan warna kulit yang terserang vitiligo. Paparan UVA yang berlebihan berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit sementara paparan UVB akan menurunkannya.

4. Terapi laser

Sama seperti fototerapi, prosedur ini bertujuan untuk mengembalikan warna kulit pada bercak-bercak vitiligo. Namun terapi laser hanya efektif untuk vitiligo yang menyerang sebagian kecil kulit tubuh.

5. Operasi cangkok kulit

Dalam prosedur ini, kulit sehat dari bagian tubuh yang tidak mengalami vitiligo akan diambil dan digunakan untuk melapisi kulit yang memiliki bercak-bercak vitiligo. Operasi ini dapat dilakukan apabila bercak-bercak vitiligo hanya menyerang sebagian kecil tubuh dan tidak mengalami perkembangan.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan