Apakah Anda pernah mengalami pusing dan saat membuka mata, lingkungan sekitar Anda terasa berputar? Jika iya, mungkin saja Anda mengalami vertigo. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki riwayat vertigo, padahal kondisi ini cukup berbahaya bagi kesehatan. Sebenarnya apa sih yang menjadi penyebab vertigo?

Penyebab vertigo sebenarnya tergantung dengan jenis vertigo yang dialami. Secara umum, terdapat dua jenis vertigo yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Masing-masing kondisi juga mempunyai penyebabnya tersendiri.

Penyebab vertigo periferal

Jenis vertigo ini adalah jenis yang paling sering dialami oleh kebanyakan orang. Penyebab vertigo periferal diakibatkan karena adanya gangguan pada telinga dalam. Selain itu, vertigo jenis ini disebabkan oleh beberapa hal lain seperti:

1. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)

BPPV adalah penyebab vertigo yang paling umum yaitu kondisi di mana vestibuler telinga dalam mengalami gangguan dan dipicu oleh perubahan posisi kepala yang tiba-tiba terjadi. Misalnya saja  perubahan posisi kepala dari posisi tegak menjadi menunduk tiba-tiba, bangun tiba-tiba dari tidur, dan gerakan mendongak. Kondisi BPPV juga lebih rentan dialami oleh orang-orang yang pernah melakukan operasi pada telinganya, mempunyai riwayat cedera kepala, mengalami infeksi telinga, serta sedang berada dalam masa penyembuhan dan bedrest.

Di dalam telinga bagian tengah, terdapat kristal karbonat yang berfungsi untuk menciptakan ilusi gerak. Ketika perubahan posisi kepala terjadi tiba-tiba, kristal-kristal ini akan masuk ke dalam bagian telinga yang berisi cairan keseimbangan. Masuknya kristal-kristal tersebut merangsang gerakan cairan yang tidak normal. Hal ini yang membuat seseorang menjadi tidak seimbang dan dunia di sekitarnya terasa berputar-putar. Kondisi ini biasanya terjadi dalam waktu yang singkat dan sering kali dialami oleh orang yang berusia di atas 50 tahun.

2. Pernah memiliki riwayat cedera kepala

Penyebab vertigo periferal yang lainnya adalah riwayat cedera kepala. Orang yang mengalami cedera kepala sebelumnya, bisa saja mengalami gangguan telinga dalam yang kemudian menyebabkan vertigo.

3. Mengalami labirintitis

Labirintitis adalah peradangan dan infeksi yang terjadi di bagian telinga dalam, khususnya pada saluran berliku-liku dan penuh cairan. Bagian telinga dalam ini berperan penting dalam mengatur keseimbangan seseorang. Infeksi telinga bagian dalam biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri. Apabila Anda mengalami vertigo akibat labirintitis, maka gejala lain yang juga akan timbul yaitu mual, muntah, kehilangan kemampuan pendengaran, nyeri pada telinga, serta demam.

4. Peradangan saraf telinga dalam

Vestibular neuronitis adalah peradangan yang terjadi pada bagian saraf telinga yang terhubung langsung dengan otak. Peradangan ini diakibatkan oleh infeksi virus yang biasanya terjadi tiba-tiba tanpa diiringi dengan gejala atau tanda lainnya, bahkan tidak ada masalah pada kemampuan pendengaran. Kondisi ini dapat terjadi selama beberapa jam dalam sehari.

5. Penyakit Ménière

Walaupun penyakit Ménière ini jarang terjadi, tetapi kondisi ini bisa menjadi penyebab vertigo yang sangat parah. Apabila Anda mengalami penyakit Ménière, maka gejala vertigo yang muncul akan dialami selama beberapa jam bahkan berhari-hari. Penyakit ini juga disertai dengan gejala mual dan muntah yang hebat. Meskipun cukup berbahaya, para ahli belum dapat memastikan apa yang menjadi penyebab dari penyakit Ménière.

Penyebab vertigo central

Berbeda dengan vertigo periferal yang disebabkan oleh gangguan pada telinga dan organ keseimbangan, vertigo central terjadi akibat adanya masalah pada otak. Bagian otak yang paling berpengaruh terhadap kejadian vertigo adalah cerebellum atau otak kecil. Cerebellum berhubungan langsung dengan sistem saraf sumsum tulang belakang dan berperan sebagai pengatur utama dari gerakan tubuh. Berikut adalah beberapa kondisi yang menjadi penyebab vertigo central:

  • Migrain, yaitu sakit kepala sebelah disertai dengan rasa nyeri yang berdenyut dan sering dialami oleh orang yang berusia muda.
  • Multiple sclerosis, merupakan gangguan sinyal saraf yang terjadi pada sistem saraf pusat – otak dan tulang belakang – yang diakibatkan oleh kesalahan pada sistem kekebalan tubuh seseorang.
  • Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh pada saraf vestibular, yaitu sistem saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. Sejauh ini neuroma akustik disebabkan oleh kelainan genetik.
  • Tumor otak yang menyerang cerebellum atau otak kecil, sehingga mengakibatkan gangguan koordinasi gerakan tubuh.
  • Stroke, yaitu penyumbatan pembuluh darah yang terjadi pada otak
  • Mengonsumsi beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan efek samping vertigo.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca