Berbagai penelitian menunjukkan manfaat DHA untuk kecerdasan anak, bahkan sejak dalam kandungan. Tidak heran bila berbagai produk pangan untuk anak, mulai dari susu, bubur, biskuit, hingga suplemen yang mengandung DHA laris diburu orangtua. Begitu pun dengan suplemen DHA untuk ibu hamil yang banyak tersedia di pasaran. Namun, apakah suplemen DHA ini benar-benar diperlukan? Bagaimana aturan pakainya, dan apakah ada efek sampingnya?

Berapa banyak DHA yang dibutuhkan oleh tubuh?

Menurut Michael J Fitzgerald dari Universitas Health Sciences, Chicago, Illionis, semakin banyak kandungan DHA yang dikonsumsi anak, semakin baik. Tidak ada efek samping kelebihan DHA. Meskipun begitu, pemakaiannya dapat disamakan seperti minum air.

Banyak minum air itu baik. Namun, bila Anda minum air sebanyak mungkin sekaligus dalam satu waktu, ini dapat membuat tubuh sakit, sehingga konsumsinya harus disesuaikan dengan penerimaan tubuh masing-masing orang.

Jumlah DHA yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari adalah sekitar 220 mg sehari. Jumlah itu bisa didapatkan dari ASI, susu, telur, dan juga ikan.

Pada 2 potong ayam terkandung 39 mg DHA, sementara pada steak ikan tuna dan salmon mengandung 0,21 – 1,1 gram DHA dan 1,1 – 1,9 DHA (per 85 gram sajian) yang dapat mencukupi kebutuhan DHA untuk tubuh selama 3 hari.

Siapa yang butuh suplemen DHA?

Apabila jumlah DHA yang dikonsumsi tubuh minim, maka Anda dapat menggunakan alternatif suplemen DHA yang mengandung 200 mg DHA. Pastikan Anda melihat daftar yang tertera pada suplemen mengandung 200 mg DHA bukan sekadar mengandung DHA saja.

Minyak ikan mengandung asam lemak omega-3, EPA dan DHA yang penting untuk menunjang metabolisme tubuh. Bagi ibu hamil, suplemen DHA disarankan karena diklaim lebih baik daripada mengonsumsi daging ikan yang berisiko tinggi mengandung merkuri. Merkuri dapat tersimpan di dalam daging atau protein ikan, tapi tidak dapat terkandung dalam lemak yang mana minyak ikan atau suplemen DHA berasal.

Yang harus dicermati ibu hamil sebelum mengonsumsi suplemen DHA

Suplemen DHA umumnya mengandung asam lemak omega-3 yang dapat bermanfaat untuk membantu perkembangan otak dan mata bayi. Suplementasi minyak ikan pada ibu hamil juga kemungkinan dapat meningkatkan konsentrasi DHA pada bayi, yang ditengarai memiliki peran dalam perkembangan otak bayi serta berpotensi mencegah penyakit saluran pernapasan atas saat lahir nanti.

Selain itu, konsumsi minyak ikan pada ibu menyusui diduga dapat meningkatkan level energi pada ibu. Namun, sebelum ibu hamil mengonsumsi suplemen DHA, terutama dalam jenis minyak ikan, ada baiknya cari tahu dulu apa jenisnya.

Suplemen omega-3 yang terbuat dari tubuh ikan yang relatif aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Sedangkan suplemen yang terbuat dari hati ikan, seperti minyak ikan kod, tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Minyak ikan kod umumnya mengandung retinol dalam kadar tinggi, yaitu bentuk lain dari vitamin A. Kehadiran vitamin A justru dianggap membahayakan bayi.

Wanita hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi minyak ikan dan suplemen apa pun yang mengandung vitamin A. Sebaiknya ibu hamil menghindari konsumsi hati dan produk-produk yang terbuat dari hati. Bahan makanan ini mengandung terlalu banyak vitamin A. Bilamana ibu hamil mengonsumsi vitamin A terlalu banyak, dapat terjadi peningkatan risiko cacat lahir pada bayi.

Selain itu, Anda juga harus memeriksa kadar kandungan DHA dan EPA di dalamnya. Mengonsumsi suplemen DHA yang mengandung DHA dan EPA sebanyak 450 mg sehari setara dengan konsumsi 1-2 porsi ikan selama sepekan.

Dosis DHA yang terlalu tinggi juga berisiko menyebabkan perdarahan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengonsultasikan suplemen DHA terlebih dahulu ke dokter atau ahli farmasi sebelum dikonsumsi.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca